Masa remaja itu sendiri ditandai dengan pubertas. Pubertas merupakan kematangan dalam organ seksual dan kemampuan untuk bereproduksi. Dengan demikian, adalah wajar dan normal jika remaja memiliki ketertarikan seksual, dan penting untuk diketahui bahwa denganberfungsinya organ seksual, mereka sudah dapat bereproduksi, dan menampilkan perilakuseksual/sexual behaviors. Remaja yang berada dalam LP merupakan anak-anak yang memerlukan perhatian khusus karena perilakunya yang meresahkan masyarakat seperti mencuri atau mengedarkan dan mengonsumsi narkoba atau perbuatan tidak menyenangkan lainnya. Namun, mereka tetap mengalamiperkembangan baik fisik, kognitif maupun psikososial.
Mereka sangat antusias ketika diberikan sex education yang bertema love, sex and dating. Terutama ketika disajikan materi seks dengan berbagai video yang memancing mereka untuk tidak beranjak dari tempat duduknya. Seks itu sendiri tidak hanya mempunyai makna cinta, tetapi mempunyai banyak makna (reproduksi, memperoleh pengalaman/tantangan, rekreasi, membuktikan ‘kejantanan’, dsb). Namun bagaimanapun juga, kita tidak dapat sembarangan melakukan hubungan seks, mengingat bahaya/hal-hal buruk yang mungkin kita alami apabila kita melakukannya tanpa pikir panjang.
Pengetahuan mereka mengenai alat kontrasepsi (kondom) dan kegunaannya hanya sebatas untuk mencegah kehamilan padahal alat kontrasepsi itu juga menjadi pencegah dalam penularan penyakit seksual yang berbahaya. Sementara itu, pengetahuan mengenai cinta dan perilaku seksual perlu diberikan dengan cara sex education yang menarik disertai dengan video-video yang relevan dan membuat mereka memperhatikan materi yang diberikan dan ‘menangkap’ pesan yang disampaikan. Jangan sampai mereka menganggap bahwa hubungan seksual pranikah disalahartikan yakni dibolehkan asalkan menggunakan alat kontrasepsi sementara tidak melakukannya sampai menikah menjadi hal yang tidak perlu lagi dilakukan selama tidak menyebabkan kehamilan dan penyakit menular seksual.
Sebaiknya, pendidikan mengenai pelecehan seksual baik sebagai pelaku maupun korban juga diberikan dalam materi sex education. Mengenai apa saja dan bagaimana pelecehan seksual terjadi berikut pencegahannya. Saat ini, banyak kasus pelecehan seksual yang dialami baik olehanak-anak maupun remaja dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa telah menjadi korban pelecehan seksual dan kalau pun tahu, mereka takut untuk mengadukaanya karenadiancam oleh pelaku. Maka dari itu, diperlukan pengetahuan mengenai tempat pengaduanmasalah itu dan pencegahan pengalaman traumatisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar