Kamis, 12 Maret 2015

Wedding Preparation (Gedung)



Semenjak ada omongan untuk menikah, saya mulai rajin tanya mbah gugel untuk cari semua informasi yang berkaitan dengan wedding.  Mulai dari venue, catering, MUA, dan teman-temannya.
Venue
Ini kayanya yang paling nomor satu, kudu wajib buru-buru ditentukan. Why? Untuk kalian yang memutuskan untuk menikah di rumah mungkin hal ini tidak terlalu menjadi masalah, tapi untuk yang mau nikah di gedung? Di taman? Kolam renang? Kebun? Atau tempat umum lainnya yang biasa menjadi tempat pelaksanaan resepsi pernikahan di indoor maupun outdoor harus booking tempat yang diinginkan minimal 1 tahun sebelumnya apalagi jika tempat impian nya adalah tempat yang indah, strategis,luas  tapi murah meriah (alias on budget) pasti laris manis.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya untuk memilih venue ada:
1.       Kesepakatan keluarga mengenai tempat dilaksanakannya pernikahan (rumah atau gedung)
2.       Lokasi (dalam hal ini keluarga memutuskan untuk memilih lokasi yang ada di sekitaran Depok –secara rumah saya dan cami di Depok)
3.       Jumlah undangan
4.       Yang paling pasti adalah budget. Sebisa mungkin mendapatkan gedung yang bagus, strategis tapi masih on budget
5.       Persetujuan dari kedua keluarga sebelum akhirnya memutuskan untuk membayar booking gedung
Untuk poin pertama, kami memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan di gedung. Poin berikutnya adalah lokasi. Mencari gedung di sekitar depok tidaklah semudah yang saya bayangkan. Pilihannya terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan keinginan saya dan cami. Semula camer pengen banget ngadain di Hotel Bumi Wiyata..tapi oh tetapi langsung saya coret krn out of budget.
Satu weekend kami siapkan untuk keliling depok nyari gedung..dari Graha Insan Cita, Brimob Kelapa 2, Hotel Bumi Wiyata, MUI tapi belum ada yang  sreg di hati.
Sebenarnya gedung impian saya adalah Auditorium Deptan yang laris manis kayak kacang goreng itu.. entah kenapa saya suka dgn gedungnya yang luaaaas dan masih di daerah yang tidak jauh dari Depok dan pastinya masih on budget. Tapi gedung Deptan (yang laris manis itu) harus booking 1 tahun sebelumnya dan ada rencana untuk renovasi di 2015 sehingga tidak disewakan.. tapi saya masih penasaran, akhirnya mengambil 1 hari cuti utk melihat gedung ini dan bertanya langsung dengan CP nya karena Pak Hartono (CP Deptan) sangat sulit dihubungi melalui telepon. Akhirnya saya datang bersama cami dan ibu-bapak. Ketemu Pak Hartono dan lsg bertanya mengenai ketersediaan waktu..dan ternyata FULL BOOKED pada tanggal yang diinginkan (justru kosong di bulan Mei –rencana dulu- L )..Fyi, gedung ini akan direnovasi pada Juni hingga November 2015. Untuk harga sewanya 8,2 juta.. Dan dengan berat hati saya juga harus menanggalkan gedung ini.
Tapi saya tidak putus asa, berbekal waktu luang yang cukup dan kecepatan internet yang stabil, mulailah saya mengunjungi mbah gugel untuk meminta petunjuk mengenai tempat2 yang disewakan untuk pernikahan di daerah sekitaran Depok dan Jakarta (tapi yang ga jauh2 bgt dari Depok). Ketemulah mengenai review mengenai gedung Pusdiklat PLN Ragunan. Saya baru tahu adanya gedung ini dan ternyata tidak disewakan untuk umum. Hanya untuk keluarga PLN. Rejeki emang sudah diatur, Alhamdulillah bokap nya cami adalah pegawai PLN. Cami mulai menghubungi CP untuk gedung ini, yaitu Pak Slamet (…) dan lagi2 saya harus bersyukur karena gedung ini masih available untuk tanggal yang kami inginkan. Kebetulan kami datang ketika ada acara wedding jadi bisa dilihat gmn kapasitasnya dan kondisi gedung. Parkiran luaas, AC dingiin, ruangan bersiiiih, dan yang penting masjidnya pun buersiiih sejuk..saya sukaaa J. Namun gedung ini emang ngga besar, mungkin maksimal 800orang..harga? 4juta.. (makin bersyukur). Akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan perhelatan akbar kami disana..Bismillah