Semenjak ada omongan untuk
menikah, saya mulai rajin tanya mbah gugel untuk cari semua informasi yang
berkaitan dengan wedding. Mulai dari venue, catering, MUA, dan
teman-temannya.
Venue
Ini kayanya yang paling nomor
satu, kudu wajib buru-buru ditentukan. Why?
Untuk kalian yang memutuskan untuk menikah di rumah mungkin hal ini tidak
terlalu menjadi masalah, tapi untuk
yang mau nikah di gedung? Di taman? Kolam renang? Kebun? Atau tempat umum
lainnya yang biasa menjadi tempat pelaksanaan resepsi pernikahan di indoor maupun outdoor harus booking tempat yang diinginkan minimal 1 tahun
sebelumnya apalagi jika tempat impian nya adalah tempat yang indah,
strategis,luas tapi murah meriah (alias on budget) pasti laris manis.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan
saya untuk memilih venue ada:
1. Kesepakatan keluarga mengenai tempat
dilaksanakannya pernikahan (rumah atau gedung)
2. Lokasi (dalam hal ini keluarga
memutuskan untuk memilih lokasi yang ada di sekitaran Depok –secara rumah saya
dan cami di Depok)
3. Jumlah undangan
4. Yang
paling pasti adalah budget. Sebisa
mungkin mendapatkan gedung yang bagus, strategis tapi masih on budget
5. Persetujuan dari kedua keluarga sebelum
akhirnya memutuskan untuk membayar booking
gedung
Untuk poin pertama, kami
memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan di gedung. Poin berikutnya
adalah lokasi. Mencari gedung di sekitar depok tidaklah semudah yang saya
bayangkan. Pilihannya terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan keinginan saya
dan cami. Semula camer pengen banget ngadain di Hotel Bumi Wiyata..tapi oh
tetapi langsung saya coret krn out of
budget.
Satu weekend kami siapkan untuk
keliling depok nyari gedung..dari Graha Insan Cita, Brimob Kelapa 2, Hotel Bumi
Wiyata, MUI tapi belum ada yang sreg di
hati.
Sebenarnya gedung impian saya
adalah Auditorium Deptan yang laris manis kayak kacang goreng itu.. entah
kenapa saya suka dgn gedungnya yang luaaaas dan masih di daerah yang tidak jauh
dari Depok dan pastinya masih on budget. Tapi
gedung Deptan (yang laris manis itu) harus booking 1 tahun sebelumnya dan ada
rencana untuk renovasi di 2015 sehingga tidak disewakan.. tapi saya masih
penasaran, akhirnya mengambil 1 hari cuti utk melihat gedung ini dan bertanya
langsung dengan CP nya karena Pak Hartono (CP Deptan) sangat sulit dihubungi
melalui telepon. Akhirnya saya datang bersama cami dan ibu-bapak. Ketemu Pak
Hartono dan lsg bertanya mengenai ketersediaan waktu..dan ternyata FULL BOOKED
pada tanggal yang diinginkan (justru kosong di bulan Mei –rencana dulu- L )..Fyi, gedung ini
akan direnovasi pada Juni hingga November 2015. Untuk harga sewanya 8,2 juta..
Dan dengan berat hati saya juga harus menanggalkan gedung ini.
Tapi saya tidak putus asa, berbekal
waktu luang yang cukup dan kecepatan internet yang stabil, mulailah saya
mengunjungi mbah gugel untuk meminta petunjuk mengenai tempat2 yang disewakan
untuk pernikahan di daerah sekitaran Depok dan Jakarta (tapi yang ga jauh2 bgt
dari Depok). Ketemulah mengenai review mengenai gedung Pusdiklat PLN Ragunan. Saya
baru tahu adanya gedung ini dan ternyata tidak disewakan untuk umum. Hanya untuk
keluarga PLN. Rejeki emang sudah diatur, Alhamdulillah bokap nya cami adalah
pegawai PLN. Cami mulai menghubungi CP untuk gedung ini, yaitu Pak Slamet (…)
dan lagi2 saya harus bersyukur karena gedung ini masih available untuk tanggal
yang kami inginkan. Kebetulan kami datang ketika ada acara wedding jadi bisa dilihat
gmn kapasitasnya dan kondisi gedung. Parkiran luaas, AC dingiin, ruangan
bersiiiih, dan yang penting masjidnya pun buersiiih sejuk..saya sukaaa J. Namun gedung ini
emang ngga besar, mungkin maksimal 800orang..harga? 4juta.. (makin bersyukur). Akhirnya
kami memutuskan untuk mengadakan perhelatan akbar kami disana..Bismillah